Sejarah Ubi Cilembu

sejarah ubi cilembu

Sejarah Ubi Cilembu, Ubi Cilembu menjadi prodak terkenal dan unggulan saat ini untuk wilayah kota Sumedang dan lebih tepatnya lagi desa cilembu kecamatan Pamulihan. Bahkan ubi cilembu sampai saat ini sudah terkenal sampai mancanegara. Mulai dari asia hingga eropa, Mulai dari singapura yang mengimport ubi cilembu ton-ton-an dari Indonesia hingga Korea perbulannya.

Ubi Cilembu mulai populer sejak tahun 1990an, Karena keunggulan hingga keunikannya. Mulai dari keunggulan rasanya yang maknyuss semanis madu hingga manfaatnya yang luar biasa dari pengganti nasi untuk diet dan penderita diabetes hingga mencegah stress dan jantungan.

Selanjutnya keunikannya hanya bisa tumbuh maksimal hanya di desa cilembu, jika ditanam di wilayah lainnya kurang maksimal alias tidak bisa mengeluarkan cairan seperti madu yang maksnyuss. Penyebabnya setelah diteliti ternyata kandungan tanah dan iklim desa cilembu yang unik yang cocok untuk ubi cilembu.

Karena keunikannya itulah, SEJARAH UBI CILEMBU dimulai, Entah siapa yang mulai pertama kali menanam ubi cilembu atau sebelum itu mungkin namanya hanya jenis ubi manis biasa di desa cilembu karena tidak ada catatannya. Tapi yang jelas sejarah ubi cilembu tidak jauh dari cerita rakyat atau legenda daerah cilembu sendiri.

Tidak ada yang mengklaim siapa penemu ubi cilembu seperti penemu bola lampu thomas alpha edison jadi karena hal tersebut maka cerita rakyatlah berperan. Entah itu benar atau tidak tapi yang jelas sejarah ubi cilembu adalah menceritakan proses bagaimana mengapa ada orang cilembu yang menanam ubi manis di desa tersebut.

Cerita pertama, kenapa ada orang desa cilembu yang menanam ubi manis saat itu bermula ketika jaman kerajaan dulu ada seorang pangeran sumedang yang sidak bahasan kerennya ke desa daerah kekuasaannya. Setelah tiba di desa Cilembu ternyata masyarakat kaget sekaligus bingung. Ya bingung harus menyajikan apa, masyarakat bingung harus menyajikan makanan istimewa apa yang pantas untuk pangerang.

Setelah dilihat ternyata di desa tidak ada apa-apa karena hasil panen dan berladang lagi jelek. Setelah dicari diladang ternyata masyarakat menemukan ubi liar yang bekas bibit ubi manis yang dibuang setelah digali ternyata ada ubinya. Lalu tidak pusing-pusing masyarakat segera mengolahnya dengan membakarnya.

Setelah matang kemudian makanan tersebut disajikan ke pangerang, walaupun Masyarakat sedikit was-was dan takut kalau ubinya tidak enak. Setelah pangerang menyantapnya ternyata diluar dugaan pangeran tersenyum dan berkata “Ubi manis sekali beda dari pada yang lain” Kelak ubi ini akan bisa menjadi sumber kehidupan desa. Sejak itulah masyarakat mulai menanam ubi manis tersenyum dan menamakan ubi cilembu.

Cerit keduanya adalah.. Bersambung

Share berbagi Manfaat

    Related Post

    bayuwidodoo

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *